Inovasi deteksi dini penyakit tidak menular dengan konsep one stop service
PEKANBARU, liputan.riau21.it.com – Puskesmas Tenayan Raya Kota Pekanbaru meluncurkan inovasi baru bernama “DIPIKAT MASTENAR” Inovasi ini merupakan singkatan dari Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular (PTM) bersama Puskesmas Tenayan Raya, Rabu (19/8/2026).
Inovasi ini hadir sebagai upaya untuk memperkuat deteksi dini, pencegahan, dan penatalaksanaan Penyakit Tidak Menular (PTM) secara berkelanjutan di masyarakat.
Kepala Puskesmas Tenayan Raya, Nel Afni Lahamid, S.KM., M.KM., menyampaikan bahwa PTM seperti hipertensi, diabetes melitus, dan kanker masih menjadi tantangan kesehatan. Berdasarkan data 2023, dari 1.082.246 jiwa penduduk Kota Pekanbaru, baru 74.082 jiwa atau 6,8 persen yang mendapatkan layanan skrining PTM.
Data Risiko Cukup Tinggi
Di wilayah kerja Puskesmas Tenayan Raya sendiri, dari total 64.802 jiwa penduduk, sebanyak 11.924 jiwa atau 18,4 persen telah mengikuti skrining PTM. Hasilnya, 4.054 jiwa atau sekitar 23,7 persen terdeteksi memiliki risiko PTM.
“PTM yang banyak terjadi di antaranya hipertensi, diabetes melitus, kanker rahim serta gangguan kesehatan jiwa,” ujar Nel Afni.
Bukan Sekadar Skrining
DIPIKAT MASTENAR tidak hanya fokus pada pemeriksaan. Rangkaian layanannya meliputi edukasi kesehatan, deteksi dini melalui skrining, hingga pengelolaan pasien secara berkelanjutan.
Masyarakat juga diajak meningkatkan aktivitas fisik melalui kegiatan senam bersama. Bagi yang terdeteksi memiliki PTM, akan dilakukan pemeriksaan rutin setiap bulan untuk mencegah komplikasi.
Pelayanan diperkuat dengan kunjungan rumah bagi pasien risiko tinggi, layanan laboratorium, dan dukungan apotek Program Rujuk Balik (PRB) agar pasien mudah mendapatkan obat.
Konsep One Stop Service
Keunggulan inovasi ini adalah konsep pelayanan “one stop service”. Pasien tidak perlu berpindah tempat untuk mendapatkan layanan lanjutan. Mulai dari skrining lanjutan, pemeriksaan laboratorium, pengambilan obat PRB, hingga fisioterapi dapat dilakukan di Puskesmas Tenayan Raya.
Tujuan utama DIPIKAT MASTENAR adalah mencegah kasus PTM, memastikan penderita mendapat penanganan tepat, mencegah komplikasi, dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
“Pesan kami sederhana, semakin cepat mengetahui risiko, semakin cepat pula langkah pencegahan dan pengobatan dapat dilakukan,” tutup Nel Afni.
Sumber: Puskesmas Tenayan Raya
Editor: Rosbinner Hutagaol












