Kerja bersama tangani karhutla dinilai bentuk nyata lindungi masyarakat dan lingkungan
PEKANBARU, luputan.riau21.it.com – Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Riau memberikan apresiasi kepada Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan dan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo atas upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau.
Ketua PKC PMII Riau Ghulam Zaky mengatakan penanganan karhutla memerlukan kerja bersama dan keseriusan seluruh unsur.
Menurutnya, Kapolda dan Pangdam telah menunjukkan komitmen tersebut dengan mengerahkan kekuatan dan jajaran masing-masing di lapangan.
“Kami melihat Kapolda dan Pangdam bersama jajaran telah bekerja keras menangani karhutla. Mereka berhadapan langsung dengan kondisi lapangan yang tidak mudah. Ini bentuk kerja nyata dalam melindungi masyarakat dan lingkungan Riau,” ujar Ghulam, Minggu (24/8/2026).
Apresiasi Penegakan Hukum Lingkungan
Ghulam mengapresiasi langkah Kapolda Riau yang tidak hanya fokus pada pemadaman, tetapi juga memperhatikan aspek penegakan hukum lingkungan.
Menurutnya, penanganan karhutla harus menyeluruh mulai dari pemadaman, pencegahan, hingga penindakan terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.
“Keseriusan dalam menindak pelaku pembakaran lahan juga patut diapresiasi. Karhutla tidak cukup hanya dipadamkan, tetapi penyebab dan pelakunya juga harus ditangani sesuai hukum,” tegasnya.
Ia menekankan penegakan hukum harus dilakukan secara profesional, transparan dan berdasarkan bukti. Penindakan tidak boleh hanya menyasar masyarakat apabila terdapat bukti keterlibatan pihak lain.
“Siapa pun yang terbukti bertanggung jawab harus diproses sesuai hukum. Jika berdasarkan penyelidikan ditemukan keterlibatan korporasi atau pihak lainnya, tentu harus ditindak secara profesional,” katanya.
Sinergi TNI-Polri Diapresiasi
Di sisi lain, Ghulam juga mengapresiasi peran Pangdam XIX/Tuanku Tambusai dalam memperkuat sinergi TNI bersama Polri dan unsur lainnya. Keterlibatan TNI dinilai penting dalam mempercepat penanganan karhutla, khususnya pengerahan personel dan dukungan di lapangan.
“Peran Pangdam dan jajaran TNI sangat penting. Penanganan karhutla membutuhkan kekuatan besar dan koordinasi yang kuat. Sinergi TNI-Polri seperti ini harus terus dipertahankan,” ujarnya.
Ghulam berharap apresiasi Presiden RI Prabowo Subianto terhadap penanganan karhutla di Riau menjadi dorongan untuk memperkuat penanganan secara berkelanjutan.
“Apresiasi ini bukan menghilangkan fungsi kontrol. Kami berharap kerja keras Kapolda dan Pangdam terus dilanjutkan. Api harus dipadamkan, pencegahan diperkuat, dan penegakan hukum lingkungan berjalan adil,” pungkasnya.
PKC PMII Riau menilai sinergi Kapolda dan Pangdam dalam penanganan karhutla merupakan langkah penting menjaga masyarakat dan lingkungan Riau.
Sumber: Koordinator PKC PMII Riau
Editor: Rosbinner Hutagaol












